Diposting Pada: Selasa, 02 Juli 2019
Tegas, Ini Poin Penting Tim Bakorpakem Terhadap Perkembangan Ahmadiah di Sarolangun


Tegas, Ini Poin Penting Tim Bakorpakem Terhadap Perkembangan Ahmadiah di SarolangunSarolangun (Kemenag) --- Menyikapi perkembangan dan rencana akan dilaksanakan kegiatan keagamaan oleh kelompok Jamaah Ahmadiah Indonesia (JAI) di Desa Batu Putih Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun menggelar rapat bersama guna membahas persoalan tersebut di Aula Kemenag Sarolangun. Selasa (2/7/2019).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Sarolangun H.M. Syatar dan dihadiri oleh Kejari, Polres, Kesbangpol, Sekretaris MUI, Ketua FKUB, Sekretaris NU, Muhammadiyah, Camat Pelawan, Babinsa dan Satpol PP. Sementara dari Organisasi Kepemudaan hadir Ketua KNPI, HMI, PMII dan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Ka. Kankemenag Sarolangun H.M. Syatar menyebutkan berdasarkan laporan yang diterima Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Jamaah Ahmadi Indonesia (JAI) maka segera dibentuk tim pemantau yang dipimpin oleh Kasi Bimas Islam, Abdullahim.

"Dari hasil pantauan di lapangan JAI berencana akan melakukan kegiatan yang dibungkus dalam acara Halal Bihalal Tingkat Provinsi Jambi di Desa Batu Putih pada tanggal13-14 Juli 2019 yang akan datang dengan menghadirkan jamaah sebanyak 550 orang," terang Syatar.

Setelah mendengarkan paparan dari Ka. Kankemenag Sarolangun, Kejari Sarolangun Ikhwan Nulhakim menegaskan bahwa Jama'ah Ahmadiah Indonesia (JAI) secara hukum telah dinyatakan dilarang berkembang di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Mahkamah Agung dan Menteri Dalam Negeri. Ditambah dengan Peraturan Gubernur Jambi dan surat larangan dari Bupati Sarolangun.

"Apabila Jama'ah Ahmadiah Indonesia (JAI) masih melakukan kegiatannya maka akan dilaporkan kepada Polres dengan delik penodaan agama," tegas Kejari.

Dari masukan dan saran yang berkembang selama rapat berlangsung maka tim yang terhimpun dalam Bakorpakem Kabupaten Sarolangun menerbitkan beberapa poin penting sebagai pernyataan sikap terhadap kegiatan Jamaah Ahmadiah Indonesia (JAI).

1. Menolak dan membubarkan kegiatan yang akan dilaksanakan Jamaah Ahmadiah Indonesia (JAI) di Kabupaten Sarolangun.
2. Meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun agar menyampaikan larangan tertulis kepada JAI di Kabupaten Sarolangun agar tidak melaksanakan kegiatan apapun yang mengatasnamakan JAI.
3. Melapor kepada Polres Sarolangun sesuai dengan pasal 156 (a) KUHP apabila pihak JAI tetap melaksanakan kegiatan yang mengatasnamakan Ahmadiah.
4. Polres akan memproses secara hukum terhadap laporan jika unsur-unsur pidana terpenuhi denagn mengedepankan tindakan persuasif serta fungsi Harkamtibmas sehingga tidak menimbulkan konflik sosial.
5. Meminta kepada Polres Sarolangun agar tidak menerbitkan izin kegiatan apapun yang akan dilaksanakan JAI dalam Kabupaten Sarolangun.
6. Menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sarolangun agar tidak terprovokasi.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh seluruh peserta rapat dan segera disampaikan kepada Bupati Sarolangun untuk dapat ditindaklanjuti. *(Nef)

 


168x
Dibaca

Halaman ini diproses dalam waktu : 0.527 detik
Diakses dari ip address: 3.236.156.34
Best Viewed with Mozilla Firefox 1366x768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved